Archeried

Aku terengah, meski aku tahu jika ragaku tidak terlalu lelah. Mataku berusaha menajamkan apa yang berada di depan sana. Meski aku tahu semuanya nampak kecil dan seperti kabur. Aku menghembuskan nafasku perlahan, untuk menetralisir detak jantungku yang sepertinya terlalu liar hari ini.

Deg

Detakan dadanya seketika mengencang, seolah ada sesuatu yang sedang mengejarnya. Dia terus berlari, terus, dan terus. Langkahnya semakin cepat saat dia merasa bahwa dentuman jantungnya semakin bergerak lebih cepat. Dia merasa terpojok, ‘Oh tidak, aku mohon jangan jalan buntu!’ teriak pikirnya yang entah berkeliaran kemana. Kakinya masih terus berlari, dengan nafas terengah dan keringat di…