Detakan dadanya seketika mengencang, seolah ada sesuatu yang sedang mengejarnya. Dia terus berlari, terus, dan terus. Langkahnya semakin cepat saat dia merasa bahwa dentuman jantungnya semakin bergerak lebih cepat. Dia merasa terpojok, ‘Oh tidak, aku mohon jangan jalan buntu!’ teriak pikirnya yang entah berkeliaran kemana. Kakinya masih terus berlari, dengan nafas terengah dan keringat di seluruh wajah, dia tidak berani menoleh ke belakang. Kakinya masih terus bergerak hingga akhirnya dia sadar, dia berlari menuju sebuah bayangan yang membuatnya semakin sulit bernafas.

“Kau akan terus berlari menerobosku atau ingin aku memecahkan kepalamu sekarang juga?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *