image
http://blog.classeq.co.uk/image.axd?picture=2013%2F6%2Fice-cubes-91.jpg

Aku memandang cermin di depanku. Aku sedikit tertegun, tidak dapat menemukan sosok yang selama ini sangat aku kenal. Lihatlah lingkaran hitam yang ada di sekitar mata itu. Terlihat kontras dengan warna kulit bagian lainnya yang cenderung putih pucat. Dan lihatlah bibir itu, mana bibir pink tipis yang selalu dibanggakan itu? Bahkan aku tidak bisa membedakan warna bibir itu dengan warna kulit yang sesungguhnya. Astaga, apa yang terjadi denganku? Mana Anastasia yang selalu angkuh dan menganggap dirinya sempurna karena fisiknya yang seolah seperti bidadari dengan badan semampai dan wajah cantik bahkan tanpa polesan make up?

Aku bukan Anastasia yang itu. Aku Anastasia yang bertekuk lutut dan mengaku kalah, aku telah jatuh cinta padanya.

Cinta? Anastasia tidak pernah sudi memiliki perasaan sehina itu. Perasaan yang membuatnya lemah, membuat orang paling cerdas di dunia mendadak berubah menjadi sosok yang paling idiot karena penyakit itu. Membuat seorang paling terkenal menjatuhkan harga dirinya demi mendapatkan pengakuan atas cinta. Membuat seorang yang kecantikannya tidak pernah diragukan menjadi sosok yang bahkan tidak pantas untuk mengecap sedikit kata menarik dalam hidupnya. Penyakit yang sangat menyebalkan, cinta.

Ayolah, Anastasia. Kau tidak sehina itu. Setidaknya kau mematahkan semua teori tentang dirimu yang mengatakan bahwa kau adalah sebongkah es. Dingin, tidak memiliki apapun untuk menjaga orang di sekitarmu agar tetap hangat. Namun tenang saja, jangan pedulikan mereka. Mereka hanya segerombolan mahluk bodoh yang bahkan tidak mengerti apa yang mereka katakan. Apa mereka tidak tahu bahwa sebongak es menyalurkan kehangatan kepada benda lain yang lebih hangat agar perbedaan temperatur itu menjadi sama. Terbukti kan mereka bodoh?

Bangkit, Anastasia. Kini saatnya kau bangun. Datanglah, hadirilah pesta pernikahannya. Jangan pernah takut orang akan mencemoohmu karena pernah menjalin hubungan gelap dengan calon suami pengantin wanita itu, meskipun kau tidak tahu kenyataan yang sebenarnya saat itu. Kau sudah pernah dihina lebih dari ini. Tak apa jika harus menerima cemoohan lagi. Tunjukan siapa ratu es di sini. Jangan pernah tersenyum hangat di sana. Cukup keep your chin up, dan jangan menunjukkan ekspresi apapun. Kaulah Ratunya. Mereka mungkin Raja dan Ratu hari itu. Namun kaulah Ratu yang sesungguhnya. Buktikan, Anastasia.

Bangun. Bersihkan badanmu. Buktikan kau memang cantik dan sempurna. Buktikan kesempurnaanmu yang selalu diucapkan dan digembar-gemborkan kemanapun kau pergi itu benar adanya. Buktikan bahwa tidak ada yang layak menjadi Ratu kecuali dirimu. Buktikan bahwa tidak ada kata ‘cinta’ dalam kamusmu. Buktikan bahwa kau tidak pernah sakit atas apapun yang mereka lakukan. Kau Anastasia. Kau Ratunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *