Darkness (1)

Sosok itu berjalan tertatih, dengan tangan kanannya memegang erat lengan kirinya dengan erat, berusaha menahan tetesan darah yang terus menetes berusaha menembus jari-jarinya. Sesekali kepalanya menengok ke belakang, memastikan jika tidak ada siapapun yang mengikuti. Meski kesakitan, lengan kirinya masih menggenggam erat sebuah revolver. Dia melihatnya, melihat ujung dari lorong yang sejak, entahlah berapa saat…

Archeried

Aku terengah, meski aku tahu jika ragaku tidak terlalu lelah. Mataku berusaha menajamkan apa yang berada di depan sana. Meski aku tahu semuanya nampak kecil dan seperti kabur. Aku menghembuskan nafasku perlahan, untuk menetralisir detak jantungku yang sepertinya terlalu liar hari ini.

Deg

Detakan dadanya seketika mengencang, seolah ada sesuatu yang sedang mengejarnya. Dia terus berlari, terus, dan terus. Langkahnya semakin cepat saat dia merasa bahwa dentuman jantungnya semakin bergerak lebih cepat. Dia merasa terpojok, ‘Oh tidak, aku mohon jangan jalan buntu!’ teriak pikirnya yang entah berkeliaran kemana. Kakinya masih terus berlari, dengan nafas terengah dan keringat di…