Darkness (1)

Sosok itu berjalan tertatih, dengan tangan kanannya memegang erat lengan kirinya dengan erat, berusaha menahan tetesan darah yang terus menetes berusaha menembus jari-jarinya. Sesekali kepalanya menengok ke belakang, memastikan jika tidak ada siapapun yang mengikuti. Meski kesakitan, lengan kirinya masih menggenggam erat sebuah revolver. Dia melihatnya, melihat ujung dari lorong yang sejak, entahlah berapa saat…

Reminiscence

Setiap buku memiliki akhir ceritanya sendiri. Seperti hujan yang tidak akan pernah bosan untuk menghentikan rintiknya di atas bumi, demi insan yang menangisi kedatangannya. Seperti pelangi yang selalu menghilang tanpa meninggalkan salam bagi para pemujanya. Seperti sajak tentang cinta yang selalu berhenti pada sebuah titik kepedihan. Sebuah bukti nyata akan adanya kita di masa itu…

Buta

Ketika matahari mulai bosan menyinari pagimu, mungkin saat itulah aku akan berhenti dan menyadari berapa besar rasa yang aku berikan kepadamu. Aku mengerti arti perbedaan yang sesungguhnya. Sungguh. Memahami betapa satu individu dapat memberi pengaruh dan pengetahuan yang mendalam tentang satu sama lain, merupakan salah satu keadaan yang harus diterima ketika berusaha memahami orang lain.…