Darkness (1)

Sosok itu berjalan tertatih, dengan tangan kanannya memegang erat lengan kirinya dengan erat, berusaha menahan tetesan darah yang terus menetes berusaha menembus jari-jarinya. Sesekali kepalanya menengok ke belakang, memastikan jika tidak ada siapapun yang mengikuti. Meski kesakitan, lengan kirinya masih menggenggam erat sebuah revolver. Dia melihatnya, melihat ujung dari lorong yang sejak, entahlah berapa saat…

Broken Sequel

Semuanya tidak seperti apa yang aku bayangkan. Benar, aku kira semua cerita yang aku coba untuk tulis di buku cerita hiduku ini akan berakhir di sisi Arista, perempuan yang telah empat tahun menikah denganku. Namun tidak, semua tidak menjadi indah seperti apa yang pernah aku impikan. Aku belajar mencintainya. Sungguh, aku berusaha sekuat tenaga untuk…