Darkness (1)

Sosok itu berjalan tertatih, dengan tangan kanannya memegang erat lengan kirinya dengan erat, berusaha menahan tetesan darah yang terus menetes berusaha menembus jari-jarinya. Sesekali kepalanya menengok ke belakang, memastikan jika tidak ada siapapun yang mengikuti. Meski kesakitan, lengan kirinya masih menggenggam erat sebuah revolver. Dia melihatnya, melihat ujung dari lorong yang sejak, entahlah berapa saat…

Archeried

Aku terengah, meski aku tahu jika ragaku tidak terlalu lelah. Mataku berusaha menajamkan apa yang berada di depan sana. Meski aku tahu semuanya nampak kecil dan seperti kabur. Aku menghembuskan nafasku perlahan, untuk menetralisir detak jantungku yang sepertinya terlalu liar hari ini.

ARA – A.R.A

“Satu americano.” Aku berkata kepada salah satu pelayan di Coffee Shop ini. “Satu americano atas nama?” Pelayan itu menjawab dan bertanya dengan sangat lembut. Oh, Come on. Kau tidak akan terlihat semakin tampan meski kau tersenyum kepadaku “Ara.” Aku menjawabnya singkat. “Ara, A-R-A?” Bertanya sambil mengeja namaku huruf demi huruf. Astaga! “Yeah.” Aku menjawab sambil…

Broken Sequel

Semuanya tidak seperti apa yang aku bayangkan. Benar, aku kira semua cerita yang aku coba untuk tulis di buku cerita hiduku ini akan berakhir di sisi Arista, perempuan yang telah empat tahun menikah denganku. Namun tidak, semua tidak menjadi indah seperti apa yang pernah aku impikan. Aku belajar mencintainya. Sungguh, aku berusaha sekuat tenaga untuk…

Berawan

Awan hitam yang melayang di atas langit memenuhi angkasa dan menutup indahnya warna biru jika langit sedang tersenyum dengan matahari, adalah bukti bahwa langit sedang merasa dikhianati. Seperti pemeran utama dalam sebuah kisah drama percintaan yang merasa ditinggalkan oleh pemeran utama lainnya. Langit sedang berduka, kawan. Tidakkah kau ingin menghiburnya?

Reminiscence

Setiap buku memiliki akhir ceritanya sendiri. Seperti hujan yang tidak akan pernah bosan untuk menghentikan rintiknya di atas bumi, demi insan yang menangisi kedatangannya. Seperti pelangi yang selalu menghilang tanpa meninggalkan salam bagi para pemujanya. Seperti sajak tentang cinta yang selalu berhenti pada sebuah titik kepedihan. Sebuah bukti nyata akan adanya kita di masa itu…