Deg

Detakan dadanya seketika mengencang, seolah ada sesuatu yang sedang mengejarnya. Dia terus berlari, terus, dan terus. Langkahnya semakin cepat saat dia merasa bahwa dentuman jantungnya semakin bergerak lebih cepat. Dia merasa terpojok, ‘Oh tidak, aku mohon jangan jalan buntu!’ teriak pikirnya yang entah berkeliaran kemana. Kakinya masih terus berlari, dengan nafas terengah dan keringat di…