Darkness (1)

Sosok itu berjalan tertatih, dengan tangan kanannya memegang erat lengan kirinya dengan erat, berusaha menahan tetesan darah yang terus menetes berusaha menembus jari-jarinya. Sesekali kepalanya menengok ke belakang, memastikan jika tidak ada siapapun yang mengikuti. Meski kesakitan, lengan kirinya masih menggenggam erat sebuah revolver. Dia melihatnya, melihat ujung dari lorong yang sejak, entahlah berapa saat…

ARA – A.R.A

“Satu americano.” Aku berkata kepada salah satu pelayan di Coffee Shop ini. “Satu americano atas nama?” Pelayan itu menjawab dan bertanya dengan sangat lembut. Oh, Come on. Kau tidak akan terlihat semakin tampan meski kau tersenyum kepadaku “Ara.” Aku menjawabnya singkat. “Ara, A-R-A?” Bertanya sambil mengeja namaku huruf demi huruf. Astaga! “Yeah.” Aku menjawab sambil…